Dinas PMD Kabupaten Labuhanbatu: “Penerima BLT-DD yaitu Warga Miskin Dan Terdampak Covid-19 di Desa”.

Abdi Jaya Pohan, SH (Plt Kepala Dinas PMD Kabupaten Labuhanbatu).

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) kabupaten Labuhanbatu sudah menyampaikan Surat Edaran Bupati Labuhanbatu tentang mekanisme pendataan dan penetapan penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD). Ujar, Abdi Jaya Pohan, SH selaku Plt Kepala Dinas PMD Kabupaten Labuhanbatu, Selasa 28 April 2020.

Harapannya dalam minggu ini nama-nama para penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) sudah ada, karena penerima bantuan langsung tunai dana desa merupakan persyaratan dana desa tahap I dicairkan. Tegasnya.

Terkait dengan berapa banyak jumlah penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) per masing-masing desa, itu semua sudah kami sampaikan ke desa dan sudah tercantum dilampiran Surat Edaran Bupati Labuhanbatu tersebut. Ujarnya.

Jumlah penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) diperkirakan sebanyak 11. 656, per Kepala Keluarga (KK), hal ini berdasarkan persentase maksimal per desa masing-masing.

Alokasi jumlah KK calon penerima BLT DD per Desa se-Kabupaten Labuhanbatu
Alokasi Jumlah KK Calon Penerima BLT DD Per Desa Se-Kabupaten Labuhanbatu

Penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) harus sesuai dengan persyaratan, yaitu keluarga miskin non PKH (Program Keluarga Harapan), Non kartu Prakerja, Non Bantuan Pangan Non Bantuan Tunai (BPNT) dan yang berhak untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) adalah masyarakat miskin dan masyarakat yang terdampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di desa masing-masing. Tegasnya.

FORKOMDES: “Penyerahan Bantuan Pangan Sosial Kepada Masyarakat Miskin se Labuhanbatu”.

 

H. Andi Suhaimi Dalimunthe, ST. M Bupati Labuhanbatu didampingi Abdi Jaya Pohan, SH Plt KADIS PMD

Penyerahan Bantuan Sosial Pangan Forum Komunikasi Asosiasi Desa (FORKOMDES) Labuhanbatu terdiri dari Dinas PMD, TPPI, P3MD, APDESI, ABPEDNAS dan PPDI.

Bantuan di serahkan langsung oleh Bupati Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe ST.MT di aula kantor dinas Pemberdayaan masyarakat desa (PMD) kabupaten Labuhanbatu Senin, (20/4/2020).

Bupati Labuhanbatu menyebutkan Forkomdes adalah forum yang di bentuk oleh Dinas PMD di tengah musim Covid-19, yang mana kehadirannya diharapkan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Labuhanbatu khususnya. Forum seperti ini harus berjalan dan bergerak aktif di setiap desa, agar keberadaan masyarakat desa yang membutuhkan dapat terorganisir dan tercatat dengan baik.

Seperti hari ini, Forum Komunikasi Asosiasi Desa (FORKOMDES) sudah memberikan sumbangsih nya berupa paket sembako untuk membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu ditengah pandemi yang mengganggu perekonomian masyarakat.

Disisi lain, Ketua APDESI kabupaten Labuhanbatu Junaidi lubis mewakili FORKOMDES menyebutkan “Hari ini kami berfikir untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Labuhanbatu yang kurang mampu adalah sangat penting, karena kami sadari pandemi covid-19 ini membunuh 50% perekonomian kita.

Untuk hari ini kita sudah launching 20 paket sembako yang kita berikan kepada 20 kepala Keluarga yang miskin. Adapun sumber dana tersebut hasil dari kerjasama kita yang tergabung dalam Forkomdes.

Bupati Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe, ST.MT, langsung menyerahkan Bantuan Sosial Pangan secara simbolis 20 paket sembako kepada masyarakat miskin desa yang digagas oleh Forum Komunikasi Asosiasi Desa (FORMKOMDES) di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Labuhanbatu.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan, SH menjelaskan “Bantuan sembako ini akan kita salurkan kepada masyarakat miskin di masing-masing desa se-kabupaten labuhanbatu yang terdampak covid-19”.

“Alhamdulillah hingga saat ini kita sudah mengumpulkan sebanyak 500 paket sembako yang kita rencanakan akan kita bagi secepatnya, semoga jumlah paket tersebut terus bertambah agar masyarakat yang berpenghasilan kurang dapat menerimanya.

Adapun paket yang di berikan berupa beras sebanyak 5 Kg, Minyak makan 2 Kg, dan Mie instan satu kotak.

Hadir dalam kegiatan dimaksud, Bupati kabupaten Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe ST.MT, Plt Kepala Dinas PMD Abdi Jaya Pohan, SH Ketua Apdesi Junaidi, Koordinator P3MD Taufik Umri.

TPPI P3MD Labuhanbatu: “Bagikan Bantuan Sembako Kepada Masyarakat Miskin”.

Taufik Umri (Koordinator P3MD Labuhanbatu). 

Lembaga Forum Komunikasi Asosiasi Desa (FORKOMDESA) Labuhanbatu dibentuk atas inisiasi bersama.  Lembagai ini berhimpun dari berbagai lembaga-lembaga pemangku kepentingan yg ada didesa. Ada Dinas PMD, TPPI P3MD, APDESI, ABPEDNAS, dan PPDI, kata Taufik Umri yg juga sebagan Tenaga Ahli P3MD Labuhanbatu.

Ditambahkan taufik Umri yg juga koordinator FORKOMDES, bahwa lembaga ini sifatnya tidak temporer (sementara), tapi akan difungsikan secara permanen. Karena lembaga ini kedepan akan menjadi tempat pemberi solusi terhadap masalah yg ada di desa-desa se kabupaten Labuhanbatu.

Nah, pandemik covid-19 ini adalah langkah awal kebersamaan kita yg terhimpun di FORKOMDES untuk mengambil sikap dan bergerak mengambil langkah untuk meringankan beban masyarakat miskin desa yg terdampak wabah ini.

Kita berharap semua pihak membantu dan ikut serta dalam penanganan covid-19 yg ada di kabupaten labuhanbatu. Karena kita bisa kena, kita juga bisa cegah.

Acara ini hadiri langsung oleh Bupati Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe ST, MT. Tepatnya diruangan Aula Dinas PMD Jalan Gousetama, senin (20/4/2020).

Saat pembagian bantuan sembako dimaksud, Bupati Labuhanbatu turut didampingi Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Abdi Jaya Pohan, SH.

Pada kesempatan itu, Bupati Labuhanbatu menyebutkan, pembagian bantuan sembako ini merupakan wujud kepedulian Forkomdesa kepada masyarakat miskim desa se kabupaten Labuhanbatu yang terdampak covid-19.

Dinas PMD Labuhanbatu Dengarkan Telekonferensi Dari Menteri Desa PDTT

Abdi Jaya Pohan, SH (Plt Kadis PMD Kabupaten Labuhanbatu)

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara, melakukan Telekonferensi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (KEMENDES PDTT) Republik Indonesia, yang mana pembahasan langsung disampaikan oleh Bapak Abdul Halim Iskandar selaku Menteri PDTT, pada hari Rabu 15 April 2020 tepat pada pukul 15:00 Wib.

Adapun isi pembahasan telekonferensi tersebut yaitu sebagai berikut:

Kasus Covid-19 ini berbeda dengan bencana-bencana yang lain. Dimana hampir semua sektor terkena dampaknya, dari kesehatan, ekonomi, sosial bahkan budaya. Oleh karena itu, Kemendes sudah melakukan tindakan dengan mengirimkan Surat Edaran No. 8/2020 dan juga No. 11/200 serta Permendes No. 6/2020 perubahan atas Permendes No.11/2019 yg berisi 3 point penting diantaranya adalah Pembentukan Relawan Covid-19, PKTD & BLT Desa

1. Pembentukan Relawan Desa  namanya Covid-19.

Terkait nama relawan, tidak harus sama, yang terpenting adalah prinsipnya yaitu gotong royong.

• Adapun tugas Relawan Desa Lawan Covid-19 adalah:

a) Melakukan edukasi, sosialisasi dan pencegahan kepada masyarakat diantaranya termasuk masyarakat agar diedukasi untuk tidak menolak jenazah covid 19 yang sudah sesuai protokol kesehatan.

b) Melakukan identifikasi gedung yang bisa digunakan untuk isolasi mandiri bagi warga yang ODP dan rumahnya tidak layak untuk digunakan isolasi mandiri.

c) Membuat posko jaga Desa untuk memberikan rasa aman kpd masyarakat serta untuk memantau keluar masuk orang ke Desa termasuk orang rantau yang pulang ke desa.

2. Padat Karya Tunai Desa.

PKTD ini berbeda dengan Padat Karya yang sudah ada selama ini seperti di PU dan kementerian yg lain dikarenakan;

a) PKTD bersumber dari Dana Desa.
b) Melibatkan masyarakat miskin, penganggur, semi penganggur dan Difabel
c) Diperbanyak tenaga kerjanya bukan tenaga ahlinya
d) Komponen upah lebih besar dari pada komponen non upah.

3. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa.

• Program BLT Desa ini dikarenakan cantolan hukumnya tidak ada, maka dikeluarkanlah Permendes No. 6/2020 perubahan atas Permendes No.11/2019.

• Dengan adanya permendes No. 6/2020 maka Desa harus melakukan perubahan Apbdes untuk mengalokasikan kegiatan BLTDesa
• Adapun sasaran dari BLTDesa adalah sbb:
a) Masyarakat yg kehilangan mata pencaharian
b) Masyarakat yg belum mendapatkan PKH, BPNT atau Kartu Pra Kerja
• Besaran BLT Desa sebesar 600rb/bln/ KK selama 3 bulan yg dicairkan mulai bulan April
• Finalisasi data penerima BLT Desa tingkat Desa dilakukan dalam MusDesSus
• Verifikasi data penerima BLTD tingkat kabupaten maksimal 5 hari kerja
• KPW agar segera mengkawal percepatan data penerima BLT Desa.

Selanjutnya, adapun persyaratan ataupun kategori untuk masyarakat yang ada di desa-desa yang dapat menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), yaitu, masyarakat yang tidak menerima kartu Prakerja, masyarakat yang tidak menerima bantuan Program Kerja Harapan (PKH), masyarakat yang tidak menerima Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dan masyarakat yang tidak menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

Adapun Bantuan Langsung Tunai (BLT) akan direalisasikan sesuai dengan mekanisme yang ada dan ditetapkan berdasarkan hasil Musyawarah Desa Khusus (Musdes-Sus) di desa masing-masing.

Turut hadir dalam pertemuan Telekonferensi tersebut, Abdi Jaya Pohan, SH Abdi selaku Plt Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Labuhanbatu, didampingi Taufik umri (Koordinator Tenaga Ahli P3MD Labuhanbatu).

Koordinator TA P3MD Kab. Labuhanbatu : “Dana Desa Solusi Cegah Penularan Covid-19 di Desa”.


Taufik Umri (Koordinator Tenaga  Ahli P3MD Kabupaten Labuhanbatu).

Rantauprapat, Selasa 31 Maret 2020.

Mari kita sama-sama saling menjaga, mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat desa dari dampak buruk penyebaran virus covid-19 di berbagai desa se Kabupaten Labuhanbatu. Sampai saat ini kami telah berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan  penanggulangan virus covid-19 di berbagai desa se Kabupaten Labuhanbatu. Adapun langkah-langkah strategis yang telah kami buat melalui skema dalam penanggulanan covid-19 yang terintegrasi sampai ke pelosok-pelosok desa dan itu adalah komitmen kami bersama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Labuhanbatu. Demikian yang disampaikan Taufik Umri selaku Koordinator Tenaga Ahli (P3MD) Kabupaten Labuhanbatu.

Taufik menyebutkan “bahwa upaya dalam melakukan penanggulangan virus covid-19 di berbagai desa-desa se Kabupaten Labuhanbatu harus dengan konsep dan langkah-langkah yang jelas dan terintegrasi sampai ke pelosok desa-desa se Kabupaten Labuhanbatu”.

Selain itu, aktivitas dalam penanggulangan virus covid-19 ini kita juga harus berkolaborasi dengan seluruh elemen-elemen masyarakat di tingkat desa mulai dari Pemerintahan Desa se Kabupaten Labuhanbatu, Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) se Labuhanbatu, Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI) se Labuhanbatu, Pendampin Lokal Desa (PLD) se Labuhanbatu dan lembaga-lembaga lainnya, yang mana skema ini dilakukan dengan sistematis, dan harapan kami juga harus selalu menjalin komunikasi, koordinasi dan sinergitas yang inten, sehingga informasi yang diperoleh harus jelas perkembangannya terhadap upaya-upaya yang kita lakukan dalam penanggulangan virus covid-19 di setiap-setiap desa se Kabupaten Labuhanbatu. ujarnya.

Di Kabupaten Labuhanabatu, kata dia, hingga 31 Maret 2020 tercatat sudah 64 desa se Kabupaten Labuhanbatu yang sudah melakukan upaya-upaya penanggulangan virus covid-19 dengan cara melakukan pembagian Hand Sanitizer dan Penyemprotan Disenfektan di berbagai tempat-tempat fasilitas umum, rumah ibadah dan tempat lainnya di setiap desa, mungkin desa-desa yang lain segera akan melakukan hal yang sama demi kebaikan kita bersama. Hal ini merupakan sebuah langkah-langkah awal yang baik dan patut kita dorong untuk kedepannya agar masyarakat di desa merasa nyaman, terlindungi dan tidak panik.

Selanjutnya Dana Desa harus wajib diperuntukkan guna pencegahan covid-19, jadi setiap desa harus mengalokasikan dana desa tersebut untuk melawan dan mencegah penyebaran covid-19. Masyarakat harus kita sadarkan, bahwa kita bisa kena dan kita juga bisa cegah, imbuh Taufik tegas.

Adapun langkah-langkah strategis ataupun skema yang terintegrasi sudah kami jabarkan agar bisa diterapkan di berbagai tingkatan desa se Kabupaten Labuhanbatu yaitu:

1. Tim Relawan Penanggulangan Covid-19.

2. Posko covid-19 terintegrasi di desa.

3. Sosialisasi dan Informasi Perkembangan covid-19 melalui telekonference satu arah.

4. Tim operator, Tim IT dan Tim distribusi berbasis data di desa penanggulangan covid-19 di Dinas PMD.

5. Pengendalian dan Pendistribusian PKTD di seluruh desa dan memaksimalkan potensi desa.

6. Pengendalian dan Pendistribusian vitamin C dan E bagi balita, lansia dan masyarakat desa.

7. Pengendalian dan Pendistribusian Disenfektan dan Hand Sanitizer di fasilitas umum, rumah ibadah dan pembagian masker ke masyarakat desa.

8. Pengendalian Harga Bahan Pokok dan Kebutuhan Dasar masyarakat desa.

9. Pendistribusian Pembelian Hasil Tani Masyarakat desa dan mendorong budidaya pertanian desa.

Kesepakatan Bersama “Gerakan Desa Lawan Covid-19”, di Kabupaten Labuhanbatu.

Kesepakatan  Bersama“Gerakan Desa Lawan Covid-19”, di Kabupaten Labuhanbatu.

Rantauprapat, Kamis 26 Maret 2020, bertepatan di lingkungan areal Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (PMD) Kabupaten Labuhanbatu.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (PMD) Kabupaten Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan, SH, didamping oleh Taufik Umri, SE selaku Koordinator P3MD Labuhanbatu, Dinas Kesehatan melalui Marlisnawati Ginting, S.Km selaku Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Ningsih, S.Km selaku Kasi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja Olahraga, Junaidi selaku Ketua ABDESI Labuhanbatu, Faridul, S.Pd. selaku Ketua APEDNAS Labuhanbatu. Melakukan Kesepakatan bersama “gerakan desa lawan covid-19”, di kabupaten Labuhanbatu.

Maka kami memandang perlu upaya maksimal yang akan dilakukan untuk pencegahan Covid-19 di kabupaten Labuhanbatu, untuk itu kami meminta kepada Kepala Desa, Badan Permusyaratan Desa, Perangkat Desa dan Pendamping Lokal Desa agar melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Membentuk Relawan Desa Lawan Covid-19 di seluruh desa di Kabupaten Labuhanbatu dan akan menjadi pusat informasi tim yang akan melakukan pencegahan Covid-19 di desa masing-masing.

2. Menghimbau kepada seluruh masyarakat agar melaksanakan pola hidup sehat dengan cara menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun, menjaga pola makanan dengan asupa gizi dan menjaga jarak sosial (Social distancing).

3. Melakukan penyemprotan di kantor, rumah ibadah dan fasilitas umum bila perlu rumah penduduk.

4. Melakukan monitoring, pengawasan dan melaporkan apabila ada masyarakat desa/ mahasiswa yang baru pulang dari luar daerah atau negri yang pendemi covid-19 ke camat.

5. Melaksanakan sosialisasi pencegahan covid-19 bagi masyarakat desa melalui berbagai selebaran, spanduk dan baliho.

6. Pemerintah desa dapat menganggarkan biaya pencegahan covid-19 di desa dan dimasukkan pada APBDesa 2020.

Demikian kami sampaikan atas wujud kesepakatan bersama untuk pencegahan covid-19 di seluruh desa di kabupaten Labuhanbatu.

Kami yang berkomitmen dibawah ini :

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (PMD) Kabupaten Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan, SH.

Koordinator P3MD Labuhanbatu, Taufik Umri, SE.I

Ketua APDESI Labuhanbatu, Junaidi.

Ketua APEDNAS Labuhanbatu, Saiful, S.Pd.

Rantauprapat, Kamis 26 Maret 2020.

Pengajian Ke Dua Dinas PMD Kabupaten Labuhanbatu

Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu. Pada hari senin 16 Maret 2020. Bertepatan di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Labuhanbatu.

Adapun agenda pada pagi hari ini tepatnya pada pukul 09:00 Wid S/d selesai, kegiatan pengajian ke dua yang dilaksanakan secara rutinitas di lingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Labuhanbatu.

Adapun pengajian rutinitas ini menghadirkan penceramah yaitu Ustadz Ahmad Zein Tambak, S.Ag yang mengangkat tema “Penangkal (Menolak) Bahaya”.

“Kita sebagai ummat manusia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari harus (wajib) mengawali pekerjaan dengan Niat yang tulus dan ikhlas dalam menjalankannya”.

Adapun inti dari pengajian kita pada pagi hari ini yaitu obat dalam penangkal (menolak) bahaya, yang mana kuncinya kita sebagai hamba Allah harus selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, agar kita selalu diberi perlindungan dari marabahaya.

Adapun obatnya dalam menangkal (menolak) bahaya dalam diri kita, dengan cara selalu memperbanyak mengucap “Istighfar”, (berserah diri atau serahkan semua hanya kepada Allah SWT), selanjutnya dengan cara memperbanyak “Sedekah”, penangkal bahaya yang terakhir yaitu dengan selalu “memperbanyak sholawat kepada Rasulullah Saw”. Semoga kita sebagai hamba Allah Swt, bisa mengamalkan dan menerapkankannya dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Amiin…

Rapat Koordinasi Dinas PMD dengan Desa Perkebunan se Labuhanbatu

Rapat Koordinasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Labuhanbatu dengan Desa Perkebunan se Kabupaten Labuhanbatu, yang berlangsung pada hari sabtu 29 februari 2020 yang diselenggarakan di Aula dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) yang beralamat di Jl. Gouse Gautama, Rantauprapat.

  1. Adapun agenda hari ini yaitu, pembahasan tentang “Penguatan Pengembangan Ekonomi Masyarakat Desa di Wilayah Perkebunan”. Rapat koordinasi yang juga dihadiri oleh Tim Tenaga Ahli Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), serta 23 Kepala Desa (Kades) se Kabupaten Labuhanbatu ataupun pemerintahan desa yang mewakili.